Minggu, 17 Juni 2012

KARYA ILMIAH


KARYA ILMIAH :
MANUSIA,KESETARAAN,DAN KESERAGAMAN
OLEH

KELOMPOK 11

                                             Rahmat                                          1191040065
                                             Nur ayu suhra ratib                  1191040078
                                             Riska                                               1191040090
                                             Aprianti Resky                            1191040099
                                             Muh.Zulkadri                              1191040071
                                             Syarifuddin HR.                          1191040017
                                             Firmansyah                                  1191040047


             JURUSAN PENDIDIKAN KOPERASI
        FAKULTAS EKONOMI
             UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2012






 PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG
     Masyarakat yang cukup majemuk seperti bangsa Indonesia, bukan hanya beraneka ragam corak, suku bangsa dan kebudayaan suku bangsa secara horizontal, tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi, teknologi, dan organisasi sosial-politiknya. Tanpa disadari oleh banyak orang Indonesia, sebenarnya dalam masyarakat Indonesia terdapat golongan dominan dan manoritas, sebagaimana yang terwujud dalam tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap mereka dalam berbagai interaksi secara individu maupun secara kategorikal baik pada tingkat nasional
     Sebagai bangsa yang memiliki keragaman etnis, agama , dan budaya yang luar biasa, Indonesia sering sekali dijadikan ajang pemantauan bagaimana proses-proses demokrasi, penerapan ide-ide pluralism, dan multikul-turulisme dapat dilangsungkan.Persentuhan ragam budaya dan agama antar kelompok masyarakatnya yang telah berlangsung sejak lama ini juga telah melahirkan ragam konflik dan konsensus yang terjadi.
Sebelum RI merdeka pada 1945, penduduk yang menghuni wilayah Nusantara dapat dikelompokkan dalam berbagai bentuk pengelompokan sosial yang disebut suku bangsa, subsuku bangsa, maupun pengelompokan sosial yang didasari oleh system penggolongan sosial lain berdasarkan satu(atau lebih) unsure tertentu yang diperoleh secara askriptif ( warisan), seperti ras, agama, dan lain sebagainya. Pada hakikatnya, masing-masing kesatuan sosial tersebut hidup dengan mengacu pada kebudayaan atau subkebudayaan masing-masing, yang saling berbeda satu dengan lainnya ?

2. RUMUSAN MASALAH
Untuk membahas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar dengan tema Manusia, Kesetaraan, Dan Keseragaman terdapat rumusan masalah sebagai berikut :
1.  Apa yang dimaksud Kesetaraan ,Keragaman, dan Hakikat ?
2.  Apa yang dimaksud Kemajemukan, Dinamika sosial, dan Budaya ?
3.  Mengapa Kesetaraan dan Keseragaman dinyatakan sebagai kekayaan social budaya bangsa ?
4.  Bagaimana Kesetaraan, Keragaman, dan problematikanya serta solusinya dalam kehidupan         bermasyarakat ?

3. TUJUAN PENULISAN
1.  Memberikan pemahaman tentang apa yang dimaksud Kesetaraan, Keragaman, dan Hakikat.
2.  Memberikan pemahaman tentang Kemajemukan, Dinamika Social,dan Budaya.
3.  Menjelaskan alasan Kesetaraan dan Keseragaman dijadikan sebagai kekayaan sosial budaya           
    Bangsa?
4.  Memberikan penjelasan bagaimana Problematika yang berhubungan dengan Kesetaraan dan  Keseragaman  serta solusinya dalam kehidupan bermasyarakat.


4.MANFAAT
1.  Dapat memahami kesetaraan, keragaaman, serta hakikat
2.  Dapat memahami apa yang dimaksud kemajemukan, Dinamika social, dan budaya
3.  Dapat memberikan penjelasan  mengapa Kesetaraan dan Keragaman dijadikan sebagai        
    Kekayaan sosial budaya bangsa
4.  Memperjelas tentang kesetaraan, keseragaman, dan problematikanya serta solusinya dalam
    kehidupan bermasyarakat

E. TINJAUAN  PUSTAKA

1.  KESETARAAN,KERAGAMAN DAN HAKIKAT
Keragaman adalah hakikat yang indah sehinggah dalam keragaman kita harus berfikir keindahan yang sangat unik. Karena jika kita tidak melihat suatu perbedaan kita tidak dapat melihat suatu keindahan karena tidak ada perbandingan. Sayang banyak individu yang melihat keragaman atau perbedaan yang ada disekitar mereka adalah sesuatu yang salah. Seharusnya kita dapat melihat bagaimana sesuatu jika kita tidak dapat membandingkan sesuatu. Aneh tapi itulah kenyataannya. Kita akan mengerti sesuatu itu indah, itu baik, itu bagus, ketka kita sudah menemukan pembanding untuk membandingkan sesuatu yang kita nilai. Oleh karena itu marilah kita berfikir keindahan saat kita menemukan perbedaan sehinggah kita dapat memberikan sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita dan itulah hakikat  dari keragaman dan perbedaan. Kesetaraan adalah tata politik sosial dimana semua orang yang berada di masyarakat atau kelompok tertentu memiliki status yang sama. Setidaknya, kesetaraan sosial mencangkup hak yang sama dibawah hukum, merasakan keamanan, memperoleh hak suara, mempunyai kebebasan untuk berbicara dan berkumpul dan sejauh mana hak tersebut tidak merupakan hak-hak yang bersifat atau bersangkutan secara personal.
Sebagai fakta, keragaman sering di sikapi secara berbeda. Di satu sisi diterima sebagai fakta yang dapat  memperkaya kehidupan bersama, tetapi di satu sisi dianggap sebagai faktor penyulit. Keragaman dapat mendatangkan manfaat besar namun juga bisa menjadi pemicu konflik yang dapat merugikan masyarakat sendiri jika tidak dikelola dengan baik. Setiap manusia dilahirkan dengan setara , meskipun identitas yang disandang. Kesetaraan merupakan hal yang inheren yangdimiliki manusia sejak dilahirkan atau disebut dengan hak asasi manusia (HAM). Kesetaraan  dalam derajat manusia dapat terwujud dengan praktik nyata dengan adanya pranata-pranata sosial, terutama pranata hukum, yang merupakan mekanismekontrol yang secara ketat  dan adil mendukung serta mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kesetaraan dalam kehidupan nyata. Kesetaraan derajat individu melihat individu manusia yang berderajat sama dengan mengadakan hierarki atau jenjang sosial yang menempel pada dirinya berdasarkan atas asas rasial, sukubangsa, kebangsawanan atau pun kekayaan dan kekuasaan.
Bangsa-bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai kelompok etnis, budaya, agama, dapat disebut sebagai masyarakat multikultural. Berbagai keragaman masyrakat Indonesia terwadahi dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan terbentuk dengan karakter utama ,mengakui pluralitas dan kesetaraan warga bangsa. Keragaman bangsa yang kesetaraan merupakan kekuatan besar bagi kemajuan dan kesejahteraan negara bangsa indonesia. Negara bangsa yang beragam yang tidak berkesetaraan, lebih yang diskriminatif, akan menghadirkan kehancuran.
2. KEMAJEMUKAN,DINAMIKA SOSIAL,DAN BUDAYA
Kemajemukan dalam masyarakat Indonesia pada dasarnya dapat dipahami sebagai sebuah bentuk perbedaan daya adaptasi antar kelompok-kelompok yang berbeda secara ras, suku bangsa, agama, dan bahasa sehingga dapat dijadikan kelompok-kelompok yang memiliki tingkat perkembangan kebudayaan, baik secara sosial, ekonomi maupun politik. Dengan proses demikian, dengan mudah dapat dipahami pada adanya ketidakseimbangan dan kesenjangan yang dapat saja berlanjut ke arah pertikaian antar ras, suku bangsa, dan kelompok agama, yang di Indonesia populer dengan sebutan masalah sara, yang jelas-jelas mengancam integritas Indonesia sebagai suatu nation.
Dinamika Sosial adalah bahwa manusia dan masyarakat selalu berkembang serta mengalami perubahan.yang prosesnya berlangsung secara cepat maupun lambat.
Sebab-sebab terjadinya dinamika sosial :
v    Perubanhan struktur kelompok sosial
v    Pergantian anggota kelompok
v    Perubahan situasi dan ekonomi
Unsur yang berkembang dan berubah dalam dinamika sosial
a.         Struktur sosial
Klasifikasi struktur sosial
Struktur  kaku dan luwes
·         Sruktur kaku, struktur yang tidak mungkin diubah atau sangat sulit iubah
·         Struktur luwes, struktur yang pola susunannya memungkinkan untuk diubah
Struktur formal
·      Struktur formal, struktur yang diakui pihak yang berwenang berdasarkan hukum yang berlaku
·      Struktur informal, struktur yang nyata atau benar-benar ada tetapi tidak berketetapan hukum
Struktur homogen dan heterogen
·  Struktur homogen, stuktur sosial yang unsur-unsurnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar
·  Struktur heterogen, struktur yang unsur-unsurnya mempunyai kedudukan berbeda-beda dan setiap unsurnya pun berbeda
Struktur mekanis dan statistik
·  Struktur mekanis, struktur yang menuntut posisinya yang tetap sama dari anggota-anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik
·  Struktur statistik, struktur yang dapat berfungsi dengan baik apabila persyaratan jumlah anggotanya terpenuhi
Struktur atas dan bawah
·  Struktur atas atau suprastruktur, struktur yang diduduki oleh segolonga n orang yang memegang kekuasaan
·  Struktur bawah atau infrastruktur, struktur bagi golongan kelas bawah yang mempunyai taraf hidup relatif rendah
b.          Nilai sosial-budaya, yang terdiri dari ajaran agama, idiology dan kaidah-kaidah  moran serta peraturan sopan santun yang dimiliki suatu masyarakat, yang kesemuanya mendapatkan  tempat tersendiri di masyarakat.
c.         Organ-organ masyarakat, seluruh komponen masyarakat.

3.KERAGAMAN DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA BANGSA
Kita sadar atau tidak menyadari bahwa Kepulauan Nusantara terdiri atas aneka warna kebudayaan dan bahasa,secara umum keragama atas aneka warna kebudayaan dan bahasa,secara umum keragaman atas sosial budaya yang tegak di Nusantara kita ini dapat dideskripsikan dalam tiga aspek,yaitu : struktur kesukuan,distribusi wilayah agama,dan dari aspek tingkat pendidikan.Namun keberagaman tersebut dalam konteks kekayaan menjadi kekayaan yang patut kita syukuri.Keberagaman dalam konteks Nusantara menjadi konsep kesetaraan sesuai dengan konsep integrasi nasional dengan rumusan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Bhina =pecah, ika =satu ,Tunggal= satu,sehingga Bhineka Tunggal Ika itu berarti “terpecah itu satu “
Kebhinekaa bangsa kita tidak jarang sampai pada konflik tingkat nasional yang menyebabkan terganggunya integrasi bangsa sebagai cita-cita bangsa.Sosial budaya begitu kompleksnya menyangkut berbagai segi kehidupan manusia dan masyarakat,serta unsure utama dalam poses pembangunan diri dan masyarakat.Keragaman sosial budaya dan kesetaraan sosial budaya mampu mengembangkan fungsi kebudayaan nasional,yaitu :
a)      Suatu system gagasan dan perlambang yang member identitas kepada warga negara Indonesia
b)      Suatu sistem gagasan dan perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga negara Indonesia yang beragam itu,untuk saling berkomunikasi dalam kesetaraan dengan demikian dapat memperkuat solidaritas sosial budaya bangsa.

D.  PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN
Dewasa ini, kebudayaan nasional Indonesia masih dalam masa pertumbuhan karena kebudayaan Indonesia masih terdiri atas segala bentuk dan jenis kebudayaan daerah yang dikembangkan kearah perpaduan dan kesatuan kebudayaan untuk seluruh bangsa Indonesia. Sebagai bahan untuk membangun kebudayaan nasional Indonesia, perlu segala inti sari serta puncak-puncak kebudayaan daerah yang terdapat diseluruh Indonesia yang dipergunakan sebagai modal isi yang dikemudian dikembangkan, diperkaya dengan unsur-unsur baru yang kita perlukan dan kita butuhkan, untuk kehidupan dan pembangunan dewasa ini yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional. Pembangunan tidak hanya mengejar kemajuan lahiriah senata, misalnya pangan, sandang, perumahan, kesehatan, dan lain sebagainya, juga tidak hanya mengejar kepuasan batiniah seperti pendidikan, rasa aman, bebas mengeluarkan pendapat, rasa keadilan dan sebagainya, akan tetapi dalam pembangunan juga dibutuhkan adanya keselarasan, keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara keduanya. Pembangunan yang diupayakan oleh bangsa Indonesia harus merata diseluruh tanah air, bukan hanya untuk suatu golongan, akan tetapi pembangunan harus untuk seluruh masyrakat agar benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat sebagai perbaikan tingkat kehidupan yang berkeadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Usaha memajukan kebudayaan diharapkan bahwa segala bentuk kebudayaan haruslah bertujuan memajukan peradaban, kebudayaan, dan persatuan Indonesia dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya budaya bangsa sendiri sehingga dapat mempertinggi derajat dan martabat bangsa Indonesia.
Menyelamatkan dan memelihara warisan budaya, baik yang asli maupun pengaruh asing yang telah menjadi milik bangsa Indonesia. Bila dikaji, keadaannya beraneka ragam tetapi merupakan satu kesatuan. Unsur-unsur kebudayaan asing yang merugikan dan merusak misalnya paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila (liberalismo, komunisme, fasisme, serta individualisme), penggunaan obat-obat terlarang karena pada umumnya dapat merusak syaraf manusia, free sex karena bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.


F. PENUTUP
1. Kesimpulan

Dengan adanya Keragaman membuat bangsa kita ini menjadi unik, keragaman termasuk kekayaan bangsa Indonesia dan patut kita hargai yang dimana keragaman itu berupa etnis,agama,dan suku yang luar biasa, tapi terkadang keragaman menjadi hal yang menjadikan kita terpisah, karna satu sama lain menganggap suku, agama, ataupun etnis merasa lebih diatas tapi dengan adanya Kesetaraan hal ini dapat menyamakan semua suku, agama, atau pun etnis.
Masuknya budaya – budaya asing atau budaya barat adalah salah satu problema kesetaraan dan keseragaman, dalam pengembangan budaya kita terhambat dengan adanya budaya asing maka dengan itu pemerintah dan kesadaran kita masing-masing harus bisa menolak adanya budaya – budaya asing, agar budaya yang kita miliki dapat berkembang dan diakui oleh dunia sebagai suatu hal yang sangat unik.

 2.  Saran

Sebagai saran kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh mencelah etnis lain, budaya lain dan agama lain karna kita semua sama meskipun berbeda dan agar budaya kita berkembang kita harus menolak budaya-budaya asing yang ingin masuk merusak budaya-budaya yang kita miliki.






















 

Sabtu, 16 Juni 2012

EKONOMI PERENCANAAN


ð  Ekonomi Perencanaan adalah bagian dari ilmu yang membahas tentang pengaturan dan pengendalian ekonomi.
ð  Keberhasilan ekonomi dilihat dari sampai sejauh mana keberhasilan pembangunan. Karna pembangunan menjadikan perekonomian lebih maju.
ð  Pembangunan =
Sektor publik
Sektor Privat


Menurut Para Ahli
1.      M. Congers & Hills
Perencanaan adalah proses yang berbagai yang kontinyu yang terdiri dari keputusan/ pilihan dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya alam yang ada dengan sasaran untuk mencapai tujuan tertentu di masa yang akan datang.
2.      M. Todaro
Perencanaan adalah upaya pemerintah secara sengaja mengkordinir pengambilan keputusan ekonomi dalam jangka panjang serta memengaruhi, mengatur dan dalam beberapa hal mengontrol tingkat dan laju pertumbuhan. Berbagai variabel ekonomi yang utama untuk mencapai pembangunan yang telah ditentukan sebelumnya. (teori partisipatif).

3.      Menurut Jhingan
Perencanaan adalah teknik atau cara untuk mencapai tujuan untuk mewujudkan maksud dan sasaran tertentu yang telah dirumuskan sebelumnya dengan baik oleh Badan Perencana. Tujuan tersebut mungkin untuk mencapai sasaran social, politik dan sebagainya.
4.      Menurut RP. Mirza
Perencanaan adalah suatu proses yang diatur untuk mencapai tujuan pembangunan tidak jelas. Maka perencanaan akan merupakan kegiataan yang menyimpang.

5.      Menurut Tjokro Amidjojo
Perencanaan pembangunan akan dicapai melalui perumusan dan pelaksanaan berbagai kebijaksanaan dan program – program pembangunan yang konsisten yang berdasar atas pada penanganan prioritas. Hal ini dapat dicapai apabila masyarakat terlibat secara aktif.
6.      Menurut Haeruman
Perencanaan Pembangunan merupakan upaya untuk merubah keadaan yang dapat di lakukan oleh Pemerintah bersama masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu melalui instrument – instrument yang telah disepakati.


Tahapan tahapan dalam Proses Perencanaan
1.      Tahap Penyusun Rencana
a.       Tinjauan Keadaan (Observasi)
b.       
2.      Penyusunan Program Rencana
3.      Tahap Pelaksanaan Rencana
4.      Tahap Pengawasan Atas Pelaksanaan Rencana
5.      Evaluasi

Kamis, 16 Juni 2011

BENTUK PASAR


Asumsi Asumsi yang Melandasi Bentuk Pasar
No.
Asumsi-asumsi
Penerima Harga
(Price Takers)
Penentu Harga
(Price Makers)
Persaingan
Sempurna
Persaingan
Monopolistik
Oligopoli
Monopoli
1.
Banyaknya Penjual
Banyak
Banyak
Banyak
Banyak
2.
Kondisi Biaya
Untuk semua bentuk pasar diasumsikan bahwa output yang menurun dalam produksi  jangka pendek (diminishing return), akan menyebabkan biaya marginal (SMC)meningkat. Asumsi ini tidak penting dalam pasar oligopoly dan monopoli, karena biaya marjinal yang konstan atau menurun mungkin saja terjadi, meskipun output dalam produksi jangka pendek menurun.
3.
Banyaknya Pembeli
Untuk semua bentuk pasar diasumsikan bahwa terdapat banyak pembeli, sehingga dominasi kekuatan dalam keputusan harga tidak dapat dilakukan oleh satu atau beberapa pembeli yang kuat. Dalam kasus apabila hanya terdapat beberapa pembeli yang kuat dan mampu mempengaruhi harga beli, maka pasar dikatakan berada dalam situasi oligopsoni (oligopsony), sedangkan apabila hanya terdapat satu pembeli tunggal yang mampu mempengaruhi harga beli dikatakan bahwa pasar berada dalam situasi monopsoni (monopsony).
4.
Kondisi Permintaan
Subtitusi Identik
Subtitusi sangat serupa
Subtitusi terbatas
Tidak ada subtitusi

Perilaku :




5.
Fungsi Tujuan
Untuk semua bentuk pasar diasumsikan bahwa perusahaan ingin memaksimalkan keuntungan jangka pendek (short run profit maximization). Asumsi ini mungkin tidak tepat untuk pasar oligopoli, dimana horizon waktu biasanya jangka panjang, karena keuntungan jangka pendek yang tinggi akan merangsang pesaing – pesaing baru memasuki pasar sehingga menyebabkan pasar berubah menjadi lebih kompetitif.
6.
Variabel Strategik
Untuk semua bentuk pasar diasumsikan bahwa perusahaan dapat menyesuaikan harga dan kuantitas yang ditawarkan, kecuali untuk pasar persaingan sempurna apabila harga telah berada dalam kondisi keseimbangan pasar, maka perusahaan hanya mengatur kuantitas produk yang ditawarkan. Perusahaan yang berada dalam pasar bukan persaingan sempurna mungkin juga dapat menyesuaikan usaha promosi mereka, desain produk, dan saluran distribusi, dan oleh karena itu mereka dapat menyesuaikan harga jual dan kuantitas produk yang di tawarkan.
7.
Ekspektasi dari Reaksi Pesaing
Tidak ada, karena terdapat banyak perusahaan sejenis dalam pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan monopolistic. Perusahaan – perusahaan yang ada itu, semuanya relative kecil terhadap pasar, dengan kata lain setiap perusahaan hanya memiliki pangsa pasar (market share) yang relative kecil, sehingga tindakan – tindakan dari perusahaan yang satu tidak di ketahui oleh perusahaan yang lain. Pesaing – pesaing mungkin mengabaikan atau menyesuaikan dengan tindakan – tindakan perusahaan, tergantung pada apakah mempengaruhi atau tidak mempengaruhi tujuan – tujuan pesaing itu. Tidak ada, karena tidak subtitusi untuk produk – produk yang dihasilkan oleh perusahan monopoli. Produsen produk produk monopoli hanya ada satu, sehingga tidak ada pesaing dalam pasar monopoli.

Kamis, 03 Februari 2011

Teori Ekonomi Makro dan Pendapatan Nasional

Ekonomi Makro
Teori ekonomi dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu mikroekonomi dan makroekonomi. Mikroekonomi merupakan teori ekonomi yang berhubungan dengan bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan dan cara mereka berinteraksi dengan pasar (Mankiw, 2006, p4), meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, seperti kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. Selain itu, mikroekonomi menitikberatkan analisisnya untuk mewujudkan efisiensi dalam penggunaan resource yang ada dan mencapai kepuasan yang maksimum (Sukirno, 2008, p4).

Makroekonomi mempelajari perekonomian sebagai suatu kesatuan (Mankiw, 2006, p4), seperti tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan keseluruhan pengusaha atau perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi. Titik berat analisa makroekonomi terletak pada bagaimana segi permintaan dan penawaran menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian, masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian dan peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi (Sukirno, 2008, p4).
Pada awal munculnya analisis ekonomi makro hingga dekade tahun 1930an, para ahli ekonomi memiliki acuan bahwa penggunaan tenaga kerja penuh selalu tercapai dan perekonomian selalu berjalan dengan baik. Hingga memasuki periode the Great Depression, masa puncak kemerosotan ekonomi Amerika Serikat, dimana seperempat tenaga kerja menganggur dan pendapatan nasional mengalami penurunan yang sangat besar, pandangan ahli ekonomi pun berubah.
Teori makroekonomi modern pertama dinyatakan oleh John Maynard Keynes, seorang ahli ekonomi Inggris. Keynes melalui buku-bukunya menyatakan kelemahan teori ekonomi klasik, serta faktor utama yang menentukan tingkat keberhasilan kegiatan ekonomi suatu negara, yaitu pengeluaran agregat (Sukirno, 2008, p7).
Masalah makroekonomi utama yang selalu dihadapi suatu negara meliputi masalah pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan kegiatan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca perdagangan dan pembayaran. Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah (Sukirno, 2008, p9). Pertambahan ini disebabkan karena faktor-faktor produksi selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas, investasi yang dapat menambah jumlah modal, teknologi selalu berkembang, peningkatan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan penduduk, serta pengalaman kerja dan pendidikan dapat menambah ketrampilan tenaga kerja yang ada.
Pada kenyataannya, perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor produksi tidak diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi produksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan tidak semua faktor produksi yang tersedia digunakan secara optimal. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi suatu negara lebih lambat dibandingkan potensi sebenarnya.
Pendapatan Nasional
Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai (Sukirno, 2008, p55). Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang (Sukirno, 2008, p57).
Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara (Sukirno, 2008, p36). Pengertian berbeda dituliskan dengan huruf besar P dan N, dimana Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu (Sukirno, 2008, p36). Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendapatan nasional bruto dan pendapatan domestic bruto.
Gross National Product (GNP) atau disebut juga dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut, termasuk nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor produksi yang digunakan di luar negri, namun tidak menghitung produksi yang dimiliki penduduk atau perusahaan dari negara lain yang digunakan di dalam negara tersebut (Sukirno, 2008, p35).
Gross Domestic Product (GDP) atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode (Mankiw, 2006, p6), meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut.
Terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional, yaitu cara pengeluaran, cara produk neto, dan cara pendapatan. Berikut akan dijabarkan tentang masing-masing metode.
1. Cara Pengeluaran
Teknik perhitungan ini banyak digunakan di negara-negara maju, seperti Belanda, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat, dimana pendapatan nasional yang dihasilkan metode ini dapat memberi gambaran tentang sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati, serta memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makroekonomi (Sukirno, 2008, p37). Perhitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran memiliki empat komponen penting, yaitu konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pembentukan modal sektor swasta (investasi) dan ekspor neto (Sukirno, 2008, p37).
* Konsumsi rumah tangga adalah pembelanjaan barang dan jasa oleh rumah tangga, termasuk barang tahan lama, barang tidak tahan lama, jasa dan biaya pendidikan (Mankiw, 2006, p12), namun tidak termasuk investasi, seperti pembayaran asuransi atau uang saku untuk anak (Sukirno, 2008, p38).
* Belanja pemerintah mencakup pembelanjaan barang dan jasa oleh pemerintah, yang dibedakan menjadi konsumsi dan investasi (Sukirno, 2008, p38). Yang termasuk dalam konsumsi adalah pembayaran gaji dan tunjangan pegawai negri dan pembelian inventaris, sedangkan yang termasuk investasi adalah pembangunan jalan raya, sekolah, dan lain sebagainya. pembayaran jaminan social untuk fakir miskin, bantuan untuk korban bencana alam dan subsidi lainnya tidak termasuk dalam belanja pemerintah, melainkan termasuk dalam pembayaran transfer, karena tidak ada barang/jasa yang diproduksi (Mankiw, 2006, p13).
* Investasi merupakan pembelian barang yang nantinya digunakan untuk memproduksi barang/jasa lainnya (Mankiw, 2006, p12). Investasi dapat digolongkan menjadi pengeluaran atas barang modal dan peralatan produksi, perubahan dalam nilai inventori pada akhir tahun, dan pengeluaran untuk mendirikan bangunan (Sukirno, 2008, p39).
* Ekspor neto sama dengan pembelian produk dalam negri oleh orang asing (ekspor) dikurangi dengan pembelian produk luar negri oleh warga negara tersebut (impor) dalam periode yang sama (Mankiw, 2006, p13).
2. Cara Produk Neto
Produk neto dapat diartikan sebagai nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi (Sukirno, 2008, p42). Sehingga perhitungan pendapatan nasional dengan cara neto diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan di berbagai lapangan usaha dalam perekonomian negara tersebut. Cara ini dapat memberikan informasi tentang seberapa besar pengaruh sektor-sektor tersebut terhadap perekonomian negara.
3. Cara Pendapatan
Pendapatan nasional dengan cara pendapatan diperoleh dari penjumlahan pendapatan-pendapatan yang terjadi, akibat penggunaan faktor produksi untuk mewujudkan barang dan jasa (Sukirno, 2008, p44). Pendapatan tersebut digolongkan menjadi pendapatan para pekerja (gaji/upah), pendapatan dari usaha perseorangan, pendapatan dari sewa, bunga neto dan keuntungan perusahaan.
Dalam melakukan perhitungan pendapatan nasional, terdapat berbagai kendala, terutama di Indonesia. Masalah tersebut antara lain adalah
* Ketersediaan data dan informasi, karena tidak semua kegiatan ekonomi terdokumentasi dengan baik
* Pemilihan kegiatan produksi yang termasuk dalam perhitungan. Sebagai contoh adalah kegiatan produksi dalam rumah tangga seperti mencuci dan memasak, menanam palawijo untuk konsumsi pribadi, kegiatan yang menyalahi hukum seperti transaksi jual beli obat terlarang dan prostitusi, serta tunjangan yang tidak berupa uang, tidak termasuk dalam perhitungan pendapatan nasional.
* Penghitungan dua kali kerapkali terjadi ketika bahan yang sama dikonsumsi oleh orang yang berbeda. Misalnya gula dan tepung yang dibeli oleh ibu rumah tangga dapat dianggap sebagai barang jadi, namun jika bahan tersebut dibeli oleh bakery shop, maka dianggap sebagai barang setengah jadi. Apabila nilai produksi tepung dan gula dimasukkan dalam perhitungan produksi roti/kue, maka akan terjadi perhitungan dua kali.
* Penentuan harga barang yang berlaku, karena tidak semua tempat menggunakan harga yang sama, bergantung pada lokasi, musim, harga dollar, dan lain sebagainya.
* Investasi bruto dan investasi neto, dimana terdapat perbedaan akibat depresiasi, terutama untuk menghitung investasi yang dilakukan oleh negara.
* Informasi kenaikan harga barang membutuhkan informasi indeks harga. Penentuan indeks harga itu sendiri memiliki beberapa masalah, seperti penentuan barang yang akan digunakan dalam perhitungan.
Source: http://yuvenalia.blog.binusian.org/2010/01/05/ekonomi-makro-dan-pendapatan-nasional

Rabu, 02 Februari 2011

Rabu, 02 februari 2011 > Bahan Pangan Sumbang 4,41 Persen Inflasi di Sulsel




MAKASSAR -- Imbas anomali cuaca mulai terasa sepanjang Januari 2010. Harga barang khususnya bahan pangan empat kota di Sulsel yang diservei Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami lonjakan dan memberikan andil 4,41 persen terhadap inflasi Sulsel yang mencapai 1,29 persen.

Kepala BPS Sulsel, Bambang Suprijanto, kepada wartawan, kemarin, menjelaskan, pada Januari 2011, harga berbagai komoditas di  Makassar, Watampone, Parepare, dan Palopo, secara umum meningkat. Pada Desember 2010, indeks harga barang masih di level 126,74, naik 1,29 persen pada Januari 2011. Sementara laju inflasi year on year (Januari 2011 terhadap Januari 2010) sebesar 6,59 persen.

Menurut Bambang, penyebab utama inflasi, didorong oleh naiknya indeks harga komoditas. Kelompok bahan makanan menyumbang 4,41 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,21 persen.

Harga komoditas lainnya yang menyebabkan inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,19 persen; kelompok sandang sebesar 0,18 persen; kelompok kesehatan 0,76 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen.

Dari empat kota di Sulsel yang disurvei BPS Makassar mengalami inflasi terbesar, 1,42 persen, disusul Parepare 0,98 persen, Watampone 0,94 persen, Palopo sebesar 0,42 persen. "Laju inflasi tertinggi berdasarkan hitungan year on year terjadi di Makassar 6,94 persen, diikuti Watampone 6,26 persen, Parepare 5,48 persen dan terendah kota Palopo 3,77 persen," jelas Bambang. (id)



credit : fajar.com

Selasa, 01 Februari 2011

DEFINISI EKONOMI MANAJERIAL

Ekonomi manajerial (managerial economics) yaitu aplikasi (penerapan) teori ekonomi dan perangkat analisis ilmu keputusan untuk membahas bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuan atau maksudnya dengan cara yang paling efisien.
Masalah Keputusan Manajemen
Teori Ekonomi :
v Mikroekonomi
v Makroekonomi

Ekonomi Manajerial :
Aplikasi teori ekonomi dan perangkat ilmu keputusan untuk memecahkan masalah keputusan manajerial
SOLUSI OPTIMUM
UNTUK MASALAH
KEPUTUSAN
Ilmu Keputusan :
v Matematika ekonomi
v Ekonometri (Statistika)

Ekonomi manajerial merujuk pada aplikasi teori ekonomi dan perangkat ilmu keputusan untuk menemukan solusi optimal dalam berbagai masalah kaputusan manajerial.


Keterkaitan Dengan Teori Ekonomi

Dalam teori ekonomi terdapat dua macam teori mikroekonomi dan makroekonomi. Mikroekonomi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku ekonomis secara individual sebagai unit pengambil keputusan seperti ; konsumen individu, pemilik sumber daya, dan perusahaan bisnis didalam sistem perdagangan bebas. Sedangkan makroekonomi sebaliknya yaitu ilmu yang membahas output, konsumsi, pekerjaan, investasi, dan harga secara keseluruhan (agregat) di perekonomian. Teori ekonomi memprediksi dan menjelaskan prilaku ekonomi yang menjadi faktor penentu yang paling penting atas pengambilan keputusan.

Keterkaitan Dengan Ilmu Keputusan

Ilmu keputusan terdiri dari perangkat matematika ekonomi dan ekonometri (statistika) untuk membentuk dan mengestimasi model keputusan yang ditujukan untuk menentukan prilaku optimum perusahaan yaitu mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien.

Matematika ekonomi digunakan untuk memformulakan (menggambarkan dalam bentuk persamaan) model ekonomi yang dipostulatkan dalam teori ekonomi. Dan Ekonometri kemudian menerapkan peralatan ststistik (terutama analisis regresi)pada data sunia nyata untuk mengestimasi model yang dipostulatkan oleh teori ekonomi dan digunakan untuk peramalan (forecasting).

Sebagai contoh, teori ekonomi mempostulatkan bahwa kuantitas yang diminta (Q) untuk suatu komositas adalah fungsi yang tergantung pada harga komoditas tersebut (P), pendapatan konsumen (Y), dan harga komoditas lain yang berhubungan yaitu; komoditas komplementer (Pc), dan substitusi (Ps). Bila diasumsikan bahwa selera tidak berubah maka kita dapat mempostulatkan model formal matematika sebagai beikut

Q = f(P, Y, Pc, Ps)

Dengan formula diatas kita dapat mengestimasi hubungan empirisnya (ekonometri) yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan seberapa besar perubahan Q degan adanya perubahan dalam P, Y, Pc, dan Ps untuk meramalkan permintaan di masa yang akan datang untuk komoditas tersebut agar manajemen dapat mencapai maksud dan tujuan perusahaan (maksimasi laba) dengan cara yang paling efisien.

Keterkaitan Dengan Berbagai Area Fungsional Ilmu Administrasi Bisnis

Area fungsional administrasi bisnis meliputi; akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen sumber daya manusia, dan produksi. Jadi ekonomi manajerial merupakan pelajaran yang ruang lingkupnya luas yang menggabungkan teori ekonomi, ilmu pengambilan keputusan, dan area fungsional ilmu administrasi bisnis dan membahas bagaimana ketiga hal tersebut berinteraksi satu sama lain pada saat perusahaan berusaha mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien.

Proses yang terkait dengan semua pengambilan keputusan manajerial yaitu :

Menetapkan tujuan perusahaan atau organisasi.
Mendefinisikan masalah yang dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut.
Mengidentifikasi berbagai solusi-solusi.
Memilih solusi terbaik dari berbagai solusi yang tersedia.
Megimplementasikan keputusan tersebut.



TEORI PERUSAHAAN
Beberapa Alasan Adanya Perusahaan Dan Fungsinya
Perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan mengorganisasikan berbagai sumber daya dengan tujuan untuk memproduksi barang dan jasa untuk dijual. Perusahan ada untuk menghemat biaya transaksi (transaction cost). Perusahaan akan mencapai titik dimana biaya meyediakan pelayanan tambahan dari dalam perusahaan untuk membeli pelayanan ini dari perusahaan lain. Sedangkan fungsi perusahaan adalah untuk membeli sumber daya atau pun input berupa tenaga kerja, modal, dan bahan mentah untuk diubah menjadi barang jadi atau jasa yang akan dijual. Para pemilik sumber daya akan mendapat imbalan berupa balas jasa, bunga, dan sewa yang selanjutnya digunakan untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan. Hal ini disebut siklus aktivitas ekonomi (Circular Of Economics Activity).


Tujuan Dan Nilai PerusahaanMaksud dan tujuan perusahan adalah memaksimumkan kekayaan atau nilai sekarang dari keuntungan perusahaan di masa akan datang (Present Value Of Profit The Firm). Keuntungan perusahaan dimasa depan harus didiskontokan ke masa sekarang karena nilai satu dollar keuntungan dimasa depan lebih kecil dari nilai satu dollar keuntungan saat ini.

Kendala - Kendala Dalam Operasi

Kendala membatasi besarnya kemungkinan atau kebebasan tindakan perusahaan dan membatasi nilai perusahaan sampai ke tingkat yang lebih rendah dibanding apabila tidak ada kendala. Beberapa kendala kendala yang dihadapi perusahaan sebagai berikut :

v Terbatasnya ketersediaan input-input penting, seperti : perekrutan tenaga ahli sebanyak mungkin dalam waktu singkat.
v Ketidakmampuan untuk memperoleh bahan mentah sebanyak yang diminta.
v Keterbatasan ruang pabrik, gudang, dan dana modal untuk suatu proyek atau keperluan tertentu.
v Hukum mengenai upah minimum, standar kesehatan dan keselamatan, standar emisi polusi, hukum dan peraturan yang melarang perusahaan melakukan praktik-praktik bisnis yang tidak jujur (kecurangan).



SIFAT DAN FUNGSI LABA

Laba Bisnis dan Laba ekonomi
Laba bisnis (business profit) adalah penerimaan perusahaan dikurangi dengan biaya eksplisit atau biaya akuntansi perusahaan. Biaya eksplisit ialah biaya yang benar-benar dikeluarkan dari kantong perusahaan untuk membeli atau menyewa input yang dibutuhkan dalam produksi (seperti; upah tenaga kerja, bunga atas modal, sewa tanah dan gedung, dan pengeluaran untuk membeli bahan baku).
Laba Bisnis = Penerimaan - (Upah, Bunga, Sewa, Bahan baku)
Sedangkan Laba Ekonomi (economic profit) adalah penerimaan perusahaan dikurangi dengan biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya implisit (biaya kesempatan) ialah nilai input yang dimiliki perusahaan dan digunakan untuk proses produksi .
Laba Ekonomi = Penerimaan - ( Biaya eksplisit + Biaya implisit)
Laba bisnis berguna untuk tujuan akuntansi dan pajak, sedangkan laba ekonomi berguna untuk mencapai keputusan investasi yang benar.

Sebagai contoh, misalkan suatu perusahaan melaporkan laba bisnis sebesar $30.000 selama setahun, tetapi pengusaha dapat memperoleh $35.000 dengan mengelola perusahaan lain dan $10.000 dengan meminjakan modalnya ke perusahaan lain dengan resiko yang sama. Untuk ekonom, pengusaha ini sebenarnya mengalami kerugian ekonomi sebesar $15.000 karena dari laba bisnis sebesar $30.000 dia harus mengurangi biaya implisit atau biaya kesempatan $35.000 untuk upahnya dan $10.000 untuk modalnya. Jadi laba bisnis sebesar $30.000 berhubungan dengan kerugian ekonomi sebesar $15.000 setiap tahun.

Beberapa teori laba dalam berbagai industri sebagai berikut :
Teori Laba Dalam Menghadapi Resiko (Risk Bearing Theories Of Profit) yaitu semakin tinggi hasil atau laba yang diharapkan dalam suatu usaha maka semakin tinggi tingkat resiko yang harus dihadapi oleh usaha tersebut.
Teori Laba Karena Gesekan (Frictional Theory Of Profit). Teori ini menekankan bahwa laba timbul karena adanya gesekan atau gangguan dari keseimbangan jangka panjang.
Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profit). Beberapa perusahaan dengan kekuasaan monopolidapat membatasi output dan mengenakan harga tinggi dibandimnhkan pada persaingan sempurna, dengan demikian menghasilkan laba.
Teori Laba Inovasi (Innovation Theory Of Profit). Laba ekonomi merupakan imbalan dari pengenalan inovasi yang berhasil.
Teori Laba Efisiensi Manajerial (Managerial Efficiency Theory Of Profit). Bila rata-rata perusahaan cenderung hany memperoleh hasil normal dari investasi jangka panjang, perusahaan yang lebih efisien dari rata-rata akan memperoleh hasil dan laba ekonomis di atas normal.

Fungsi Laba
Laba yang tinggi merupakan tanda bahwa konsumen menginginkan output industri yang kita hasilkan lebih banyak. Laba yang tinggi memberikan insentif bagi perusahaan untuk meningkatkan output dan lebih banyak perusahaan yang akan masuk ke industri dalam jangka panjang. Sebaliknya laba yang rendah atau kerugian merupakan tanda bahwa konsumen menginginkan komoditas lebih sedikit atau metode produksi yang tidak efisien.

ETIKA BISNIS

Etika Bisnis (Bussines Ethics) adalah peraturan yang melarang perilaku bisnis manajer perusahaan, dan pekerja melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Hal ini dilakukan karena banyak perusahaan yang membuat dan memasarkan produk yang berbahaya bagi kesehatan, mempekerjakan tenaga kerja dibawah umur, mengakibatkan polusi atau kerusakan lingkungan. Kini sebagian besar perusahaan telah menetapkan kode etik prilaku untuk personal perusahaan agar para pekerja berbuat lebih baik dari yang diharuskan oleh hukum.
Etika bisnis dibuat dengan tujuan untuk menentukan sejelas mungkin prilaku yang dianggap perusahaan tidak etis dan meminta pegawainya untuk menghindarinya. Banyak perusahaan yang merubah struktur atau arsitektur perusahaan untuk mendorong pegawai berprilaku etis, berupa pemberian saham opsi kepada CEO yang dikaitkan dengan profitabilitas jangka panjang perusahaan daripada mengaitkannya dengan laba sekarang. Sekarang banyak perusahaan yang melakukan tindakan sosial seperti memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu yang berada di sekitar perusahaan, memberikan bantuan pasca bencana, mencanangkan program pemeliharaan lingkungan, dan masih banyak lagi. Walaupun kadang hal ini menjadikan beban perusahaan semakin besar, tetapi hal ini akan memberikan respon atau tanggapan yang positif terhadap masyarakat dalam jangka panjang dan memperbaiki citra perusahaan.

KERANGKA KERJA INTERNASIONAL EKONOMI MANAJERIAL

Menjadi global telah menjadi strategi persaingan yang penting. Banyak perusahaan-perusahaan internasional yang membeli input dari luar negeri dan kemudian menjual produknya ke luar negeri, dan bahkan mendirikan pabrik di banyak negara. Sehingga perusahaan domestik menghadapi persaingan yang semakin besar dari perusahaan luar negeri. Perusahaan global harus menjaga keseimbangan antara fungsi sebagai suatu organisme global sambil menyesuaikan produknya dengan selera konsumen lokal (pasar lokal).
Para pemimpin perusahaan saat ini harus memiliki keahlian selain keahlian dasar tradisional yaitu di bidang akuntansi, pemasaran, dan keuangan. Para eksekutif bisnis global dituntut untuk bisa menjadi seorang visioner bukan hanya sebagai manajer semata, oleh karena itu ia harus memiliki beberapa hal berikut :
1. Mempunyai pandangan yang global, mengerti tentang sistem informasi dan teknologi.
2. Dapat mempergunakan kesempatan dalam perbedaan dan ahli dalam kerja tim, kreatif dan menunjukkan inisiatif, mampu memilah-milah berbagai pola dan kesempatan dalam kekacauan dan mempunyai kemampuan untuk menyatukan informasi ketimbang menganalisis saja.
3. Yang paling penting dia harus mempunyai keahlian yang tinggi dalam berhubungan dengan orang lain dan mampu berkomunikasi secara efektif.
4. Mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai keahlian yang berlainan untuk memecahkan masalah.
5. Harus dapat mengkombinasikan kerja keras dan pemahaman yang mendalam mengenai bisnis yang digelutinya dengan kemampuan memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja keras agar visi atau tujuan tersebut menjadi kenyataan.
6. Mempunyai pemahaman yang mendalam terhadap masalah-masalah global dan berbagai aspek etika dalam keputusan bisnisnya.
Perusahaan yang ingin menjadi perusahaan global membutuhkan manajer yang jenius, produk yang inovatif, kekuatan keuangan (modal), jangkauan global dan ketaatan kapada pemegang saham.

EKONOMI MANAJERIAL DAN INTERNET

Internet merupakan tempat yang bagus untuk memulai mencari informasi tentang ekonomi majanerial. Sebagai contoh, anda dapat menemukan informasi tentang ekonomi makro dalam hal inflasi, pertumbuhan, dan pengangguran, juga informasi tentang ekonomi mikro tentang sektor tertentu, industri, dan perusahaan. Seluruh dunia secara cepat akan menjadi kesatuan jalur informasi supercepat (information super highway) lewat internet. Ini berarti individu, peneliti, perusahaan, dan konsumen dapat berhubungan dengan perpustakaan, sumber data, serta informasi pemasaran dan mendapatkan informasi yang luas yang tidak pernah merka dapatkan sebelumnya hanya dengan seujung jari mereka. Melalui internet perusahaan juga dapat memasarkan produk yang diproduksi yang dikenal dengan e-commerce.
Sejumlah petunjuk menyeluruh dan juga spesifik atau sebagai indeks informasi ekonomi tersedia di internet. Masing-masing akan mempunyi klasifikasi alamat internet tertentu yang dikenal dengan domain . Klasifikasi-klasifikasi ini adalah :
v “.com” untuk komersial.
v “.edu” untuk pendidikan.
v “.gov” untuk pemerintah.
v “.net” untuk penyedia layanan internet.
v “.org” untuk organisasi nirlaba.